Feeds:
Posts
Comments

Open Source? Apaan Tuh?
Untuk lebih “ngeh” soal open source, sebelumnya kita harus tahu dulu apa itu source. Kita tentu sudah sering menggunakan berbagai software komputer seperti winamp, photoshop, corel dan sebagainya bukan. Nah, pada dasarnya software-software tersebut disusun dari perintah-perintah pemrograman yang disusun secara kompleks. Kumpulan perintah pemrograman itulah yang dinamakan source. Masih bingung? lebih mudahnya misalkan saja suatu software itu sebuah drama. Maka source dapat dikatakan sebagai naskah dramanya. Jika dalam naskah drama tertulis bagaimana seorang aktor harus berlaku dan bagaimana setting latarnya, maka dalam source tertulis bagaimana komponen-komponen dalam software akan bekerja dan bagaimana settingnya.
Sekarang kita mengerti pengertian tentang source, lalu bagaimana dengan arti open source itu sendiri? open source dalam bahasa indonesia adalah source yang terbuka. Bila kita bisa mengetahui source penyusun suatu software maka itu disebut open source. Apa cukup dengan mengetahui? tentu tidak berhenti disitu saja! Disebut open source bila kita bebas menggunakan, mengembangkan, menyebarluaskan atau menggandakan aplikasi tersebut tanpa harus membayar izin atau lisensi kepada pembuat aplikasinya. Nah, semakin jelas bukan?
Satu hal yang perlu ditekankan bahwa software open source tidak selalu gratis tetapi ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli software tersebut. Sebagai contoh Sistem Operasi RedHat Linux yang dapat dibeli dengan harga yang murah. Lalu apa bedanya Sistem Operasi Open Source dengan Sistem Operasi Close Source seperti yang dipunyai pak Bill Gates?

Pada software yang Close Source, paket software tidak dapat didistribusikan lagi selain oleh pembuat/vendor software tersebut. Sedangkan software yang Open Source dapat didistribusikan secara bebas oleh siapapun. Tujuan Open Source ini sebenarnya ingin menghilangkan ketergantungan vendor software, dimana vendor dapat bertindak seenaknya bisa saja vendor menyisipkan kode-kode yang dapat membahayakan software aplikasi lain termasuk juga menaikkan harga lisensi. Dalam banyak kasus, bila terjadi Bug dalam software yang Close Source pengguna sangat tergantung kepada vendor yang harus menunggu update untuk memperbaikinya. Seringkali vendor kurang cepat merespons perkembangan terkini dan permintaan pengguna.

Bagaimana dengan Open Source? Ya, Open Source adalah salah satu solusi yang menjanjikan saat ini bagi suatu perusahaan. Perusahaan dapat membelinya dengan biaya yang jauh lebih murah dan perbaikan maupun keperluan software tersebut dapat dilakukan oleh staf TI perusahaan itu sendiri. Sehingga apa yang terjadi? Dengan software yang open source dapat mendorong semangat tenaga-tenaga TI untuk mempelajari source code tersebut, dapat menganalisa dimana kelemahan software, apa sesungguhnya proses yang berlangsung dalam kerja software, dan sekaligus mencari solusi terhadap kelemahan software yang ditemui. Atau yang lebih ekstrim adalah memodifikasi software sedemikian rupa agar lebih ergonomis / pas digunakan sesuai dengan keperluan.

Sistem Operasi Open Source
Salah satu contoh sistem operasi open source adalah linux. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.
Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan “distro”, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih user-friendly, dengan antaramuka grafik yang berbagai macam aplikasi yang lebih mirip sistem operasi lain, daripada baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor “ke’mudahan’an dalam pemakaian” yang memuaskan. Persoalan tentang ke’mudah’an Linux dibanding Windows atau Macintosh masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux dalam komputer “desktop” masih agak kecil tapi semakin berkembang. Menurut Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran bagi Linux pada tahun 2002 adalah 25% bagi pasaran server, dan 2.8% bagi pasaran Komputer pribadi.

Bagi mereka yang hanya biasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin kelihatan lebih sukar disebabkan perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu menukar program yang sering digunakan, disebabkan program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat ragu-ragu pengguna yang merasa susah untuk melepaskan sistem operasi mereka (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer didatangkan dengan Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.
Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer(administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

POSS Network

Jaringan Pusat Pendayagunaan Open Source Software (POSS Network) merupakan jaringan perguruan tinggi di Indonesia, yang bertujuan untuk mempercepat pendayagunaan OSS di masyarakat melalui berbagai kegiatan, antara lain:
1. Pemasyarakatan OSS,
2. Pelatihan OSS, dan
3. Dukungan penggunaan OSS.

Visi:
Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui penggunaan perangkat komputer (khususnya perangkat lunak komputer) yang legal.

Misi:
Membantu masyarakat untuk dapat lebih memanfaatkan perangkat komputer dengan menggunakan OSS sebaik dan semudah mungkin, melalui:
1. Pendayagunaan OSS sesuai dengan kebutuhan,
2. Sosialisasi OSS, dan
3. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan apresiasi, peningkatan pengetahuan dan keterampilan

-=PTI’ in AcTion=-

Dari sekian mata kuliah di semester awal ini, kalau boleh saya bilang PTI adalah yang paling “ngrepoti”. Mulai dari bikin Presentasi kelompok, ngerjain TP dan LP buat praktikum, hingga bikin FP yang masih belum selesai juga sampai sekarang. Dari awal ke”sumpek”an PTI sebenarnya sudah bisa ditebak. Dari porsi SKS-nya saja PTI “memakan” 4 SKS!! beda dengan yang lain yang hanya 2 atau 3 SKS saja.

KULIAH-PTI
Dari 4 jatah SKS PTI, 3 SKS diambil untuk kuliah PTI. Secara materi, sebenarnya kuliah PTI ini menarik sekali, apalagi didukung dengan metode kuliah presentasi dan diskusi kelompok yang interaktif. Namun masalah utamanya adalah waktunya yang nggak tepat. Saya (kelas A) harus mengikuti PTI jam setengah 2 siang. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya “serangan” virus ngantuk yang melanda.
Dari sekian kali kuliah, ada 3 “tragedi” yang terekam jelas di ingatan saya. Lho kog tragedi?? ya saya rasa memang pantas disebut demikian, karena kejadiannya memang bukan kisah gembira.
1. Pak Khakim OnFire!!!
Kejadiannya bermula saat “arek-arek” presentasi. Entah kesambet setan mana, tiba-tiba saja suasana kelas jadi tak terkendali. Ada yang “guyonan”, mainan HP, dan banyak juga yang keasyikan “ngimpi”. Alhasil, presentasi pun tidak berjalan dengan kondusif. Menjelang akhir kuliah, Tiba-Tiba saja pak Khakim berdiri di depan kelas sambil pasang mode “silent”(nggak ngomong). Melihat pak Khakim seperti itu, suasana kelas mendadak senyap. Sejurus kemudian, di luar dugaan, pak Khakim yang terkenal sebagai dosen yang paling sabar di seantero SI ternyata marah besar!!. Kami pun cuma bisa “mantuk-mantuk” mendengar petuah-petuah dari beliau. Sejak saat itu, di hari-hari berikutnya suasana kelas menjadi lebih kondusif dari biasanya. Ketika suasana mulai memanas, dan pak khakim memasang mode “silent” kami pun langsung tersadar dengan sendirinya dan langsung menetralkan suasana.
2. Pintu Rahasia!!
Waktu itu kelompok saya akan konsultasi masalah materi presentasi dengan pak khakim. Bukan main susahnya bertemu dengan beliau. Kami sudah beberapa kali membuat janji, tapi tiba-tiba batal karena beliau sedang sibuk. Setelah berkali-kali menghubungi beliau, akhirnya kami pun dapat bertemu dengan beliau, tapi itupun kami harus menunggu dulu dalam waktu yang cukup lama. Waktu itu kami menunggu dengan “nongkrong” di depan pintu masuk ruangan pak Khakim. Nah, sambil menghilangkan kepenatan, kami pun mulai ngelantur kesana-kemari dan nggosip tentang pak Khakim. Waktu itu kami enjoy saja ngomong ngalor-ngidul karena toh pak khakim tidak ada di tempat. Tapi, betapa kagetnya kami karena sesaat kemudian tiba-tiba saja pak khakim membuka pintu dan menyuruh kami masuk. Lho??? kami heran sekali waktu itu, kog bisa beliau masuk ruangan padahal waktu itu kami standby terus di depan pintu. Setelah masuk, barulah kami sadar bahwa ternyata ruangan pak Khakim punya dua pintu yaitu satu di depan dan satu di belakang. Menyadari semua itu, kami pun berharap pak Khakim tidak mendengar “celotehan” kami di balik pintu tadi…
3. The Worst Day!!
Hari itu, seperti biasa sehabis “ngelayap” kesana-kemari mengisi jeda waktu kuliah, saya pun kembali ke kampus. Di tengah jalan, ada beberapa teman saya yang mengatakan kalau kuliah PTI ditiadakan dan di ganti hari lain. Saya pun kembali keluar kampus dan mulai “ngelayap” lagi. Beberapa saat kemudian, betapa kagetnya saya ketika mendapat SMS bahwa kuliah PTI tetap diadakan dan presentasi sudah dimulai!! Saya pun langsung tancap gas dan kembali ke kampus. Ketika sampai, memang benar kuliah PTI sudah berlangsung. Tapi, anehnya waktu itu kelas sepi sekali dan parahnya lagi si presentator pun hanya 1 orang!! Beberapa saat kemudian teman-teman yang lain satu-persatu masuk ke kelas. Ternyata mereka juga “kecele” mengira kuliah ditiadakan. Kehebohannya tidak berhenti sampai disana. Di akhir kuliah, ternyata terbongkar bahwa file presentasi yang dipresentasikan ternyata itu hasil “ngompas” (ngopi paste) file presentasi pak khakim tahun lalu yang hanya diganti backgroundnya saja!! Wah pokoknya kuliah hari itu benar-benar parah sekali…

PRAKTIKUM PTI
Bagaimana ya ngomongnya. Praktikum PTI yang “hanya” mengambil 1 SKS dari 4 SKS PTI jika dikalkulasi seharusnya tidak terlalu “berat”. Tapi pada prakteknya, praktikum PTI justru menyita lebih banyak waktu ketimbang kuliah PTI itu sendiri. Untuk satu modul praktikum saja minimal ada 3 tugas yang harus diselesaikan yaitu TP, LP, dan Postest. Belum lagi tugas Blog dan FP yang tidak bisa dianggap enteng. Banyak hal menarik yang saya dapatkan selama praktikum. Peristiwa menarik yang saya ingat adalah pas mencari mas ari buat asistensi. Waktu itu kelompok saya sedang dikejar deadline presentasi dan harus melakukan asistensi sebelum presentasi. Awalnya kami sepakat akan asistensi jam 4 selesai kuliah, tapi berhubung beberapa dari kelompok saya ada mentoring dan SC wali plus modul postest kami juga belum selesai, maka kami pun baru bisa rampung sekitar pukul setengah enam sore. Dan mas Ari pun sudah terlanjur “lenyap”. Asistensi pun ditunda malam habis shalat tarawih (waktu itu bulan ramadhan). Nah, waktu akan asistensi, di parkiran SI kami melihat banyak mahasiswa SI yang sedang ngumpul-ngumpul. Pas kami dekati, ternyata mereka itu mas-mas dan mbak-mbak angkatan 2006 yang sedang ngobrol-ngobrol. Alhasil kami pun jadi “tawanan” mereka untuk beberapa saat. Setelah ngobrol ngalor-ngidul sama mas dan mbak ‘06 akhirnya kami baru bisa asistensi sekitar pukul 9 malam. Setelah asistensi selesai sekitar jam setengah 11an, kami pun pulang. Waduh bisa dibayangkan bagaimana capeknya, puasa-puasa pontang-panting kesana kemari sampai tengah malam. Dan esoknya harus bangun pagi-pagi nyiapin presentasi…

-=Warna-Warni Praktikum

Warna-Warni praktikum

Warna-Warni praktikum

daPet sMs dari eMak di Desa...

daPet sMs dari eMak di Desa...

A: Hi, Jadi kuliah dimana?
B: ITS
A:Wuih arek ITS! Jurusan apa??
B:Sistem Informasi
A:Sistem Informasi?? Informatika ta?
B:Bukan, satu fakultas tapi beda jurusan…
A:Bedanya apa sih??
B:….#@$@#!?!

Itulah sedikit gambaran yang terjadi saat ini. Hampir semua orang yang masih awam mempunyai mainset yang sama, yakni SI (Sistem Informasi) = TC (Informatika). Tidak perlu heran, SI boleh dibilang memang merupakan sebuah prodi yang masih “anyar-anyarnya” di dunia pendidikan komputer, jadi maklum jika masih ada pihak yang belum tahu. Awalnya, saya sendiri pun berpikir demikian, saya belum tahu pasti apa sih beda SI dengan TC dan jurusan komputer yang lain? Namun setelah merasakan langsung kuliah di SI, barulah saya tahu dan sadar bahwa SI itu Beda!!
-=SI itu Manajemen
Manajemen?? Lho kog bisa? Apa hubungannya komputer dengan manajemen? Itulah uniknya SI. Mahasiswa SI diberikan ilmu manajemen. Manajemen disini bukanlah manajemen uang yang ditekankan pada fakultas ekonomi pada umumnya, namun manajemen di SI adalah “manajemen data”. Perlu diketahui, bahwa tidak ada satu pun perusahaan dan organisasi di dunia yang tidak memiliki data. Untuk perusahaan atau organisasi yang kecil sekalipun pasti memiliki data. Lalu apa pentingnya data? Sehingga harus di “manage”? Data mengambil peran yang sangat penting dalam kelangsungan suatu perusahaan atau organisasi. Dengan data, suatu perusahaan dapat mengambil keputusan yang tepat saat mendapati kasus tertentu. Dengan data, suatu perusahaan pun dapat mengembangkan perusahaannya menjadi jauh lebih besar, atau sebaliknya kehilangan data juga dapat mengancam kelangsungan suatu perusahaan. Bayangkan jika data rahasia perusahaaan hilang dan diketahui oleh rival perusaahaan tersebut, pastinya sangat membahayakan bukan. Oleh karena itu, disinilah peran SI. SI ada untuk mencetak manajer-manajer data atau analis data yang kini sangat dibutuhkan. Jadi jika TC dan jurusan komputer yang lain mencetak calon-calon programmer dan aplicator (enginer) maka SI mencetak calon-calon manajer dan analisator.
=-Optimum Peformance
Jika TC menekankan pada pemrograman suatu aplikasi, dan jurusan yang lain menekankan bagaimana menggunakan suatu aplikasi. Maka, SI mengajarkan keduanya. Mahasiswa SI diberikan bekal dasar-dasar pemrograman, namun tentu saja tidak sedetail pada TC karena memang fokus SI bukanlah pada penciptaan suatu aplikasi, melainkan bagaimana kita bisa mengoptimalkan dan memilih aplikasi yang tepat dalam mengahadapi kasus tertentu.
Jadi, saya rasa cukup jelas bahwa walaupun bergerak pada jalur yang sama yaitu teknologi komputer, Sistem Informasi memiliki area atau trayek yang berbeda jika dibandingkan jurusan komputer yang lain. Sebenarnya masih banyak hal yang belum saya ketahui tentang SI, karena memang saya sendiri pun masih baru beberapa bulan ini belajar di jurusan ini. Tapi jujur, selama beberapa bulan tersebut, saya mendapat banyak sekali hal-hal menarik, yang membuat saya semakin “sreg” dengan SI.

VIvat SI!!!
Hidup SI ! Hidup SI ! Hidup SI !
Unlimited Vision, Unlimited Creativity

-=GOOGLE CHROME=-

-=Behind The Scene…
Jika diberikan nama Google, pasti semua orang akan berpikir tentang Search Engine. Ya benar, beberapa tahun terakhir, Google memang telah merajai dunia Search Engine di jagat Internet. Dengan database yang begitu besar dan sistematis, tidak heran jika miiaran pengguna internet di dunia memilih Google sebagai search engine nomor wahid.
Namun, ekspansi Google tidak hanya berhenti sampai disitu. Kini, Google baru saja meluncurkan sebuah karya terbarunya berupa browser dengan title “Google Chrome”. Di luar dugaan, debut Google Chrome di dunia browser ternyata cukup menarik antusiasme para pengguna internet. Lalu apa sebenarnya motivasi google meluncurkan Chrome? Apakah google ingin mendepak si Rubah Api (Mozilla) yang selama ini menjadi partnernya?? Ternyata, itu tidak bisa dibilang benar. Karena Google dan Mozilla sendiri justru memperpanjang kontrak kerja sama mereka hingga 2011 mendatang. Mozilla pun tidak merasa keberatan dengan hadirnya Chrome di pasarnya. Lagipula Chrome adalah browser Open Source yang diedarkan secara free di pasaran.
Lha kalau begitu, apa sebenarnya motif dibalik Chrome? Seorang analis Enderle Group, Rob Enderle, menyatakan bahwa, Chrome sebenarnya berniat menggantikan dominasi Windows dan menjadikannya platform bebas, dan memutuskan ketergantungan akan legalitas aplikasi Windows yang sudah berlangsung lama. Hal ini dilakukan Chrome dengan berpura-pura menyaingi IE (internet Explorer), namun kemudian mendekat perlahan ke Windows. Berbeda dengan Microsoft yang cenderung komersial, Google justru membuat Chrome, open source. Hal ini dilakukan google untuk menangkal dominasi dari Microsoft, dan secara perlahan mengambil pasar dari Microsoft (Windows).

-=Gebrakan “Chrome”…
Sejak diluncurkan pada 3 September lalu, Google Chrome cukup mendapatkan respon positif dari para user. Sebagai browser yang baru beta, hal ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Google. Lalu apa saja kelebihan yang ditawarkan Google bagi para user? Berikut adalah beberapa diantaranya:
Interface
Simple, itulah desain yang diusung oleh Chrome. Dengan menghilangkan menu bar dan bookmark bar Chrome terlihat begitu Lega. Hal ini juga didukung dengan status bar yang autohide, sehingga membuat kita lebih nyaman ketika browsing. Selain itu, title bar pun didesain manyatu dengan tab layaknya windows vista. Sehingga membuatnya semakin terlihat “minimalis”
Speed
Kecepatan akses dari Chrome, memang lebih cepat dibandingkan para rivalnya dalam menampilkan situs-situs yang kaya akan Java Script. Hal ini membuat Chrome terasa paling ringan dibanding browser yang lain.
Omnibox
Omnibox adalah fitur anyar yang diberikan google bagi user. Fitur ini memungkinkan Address box pada chrome mempunyai peran ganda. Selain untuk mengetik URL, box ini juga berfungsi sebagai auto suggestion, saat user mengetik sebuah keyword. Selain itu address bar juga dapat menampilkan shortcut search engine secara otomatis tanpa harus mengunjungi frontpage search engine tersebut. Sebagai contoh, jika ingin mencari video di youtube, cukup ketikkan youtube di address bar, lalu tekan tab, dan ketikkan keyword dari video yang diinginkan. Hal ini akan langsung membawa user langsung ke search resultnya tanpa harus melalui frontpage youtube. Fitur ini sangat bermanfaat dalam menghemat bandwidth dan waktu.

-=The First Moment…
Pertama kali menjalankan, Chrome cukup menarik perhatian saya. Dengan design yang minimalis, Chrome memberikan space yang sangat lega jika dibandingkan IE atupun Mozilla. Kecepatan aksesnya pun relatif lebih cepat, terutama saat membuka site-site yang banyak menggunakan flash. Kerennya lagi, adalah fasilitas omnibox milik Chrome. Walau simpel, tapi fitur ini sungguh membantu saya dalam menghemat waktu, karena dengan fitur ini, saya bisa mencari keyword tertentu dalam search engine tanpa harus masuk ke frontpage search engine tersebut!!
Namun setelah beberapa saat menggunakan Chrome, saya menemukan beberapa kejanggalan yang cukup mengganggu proses browsing. Chrome ternyata tidak bisa scroll dengan klik tengah, seperti diketahui, untuk IE dan Mozilla, ada fasilitas scroll dengan klik tengah yang memudahkan user untuk melakukan scroll halaman tanpa harus melakukan scroll manual. Walaupun hanya sepele, tapi hal ini cukup membuat saya mengernyitkan dahi. Selain itu, Chrome juga tidak menyediakan fasilitas add-on untuk mencegah jalannya Flash seperti pada Mozilla. Perlu diketahui, jalannya flash yang berlebihan justru dapat menghabiskan resources di komputer.
Overall, dengan beberapa kelemahan di atas saya masih memilih menggunakan Firefox dibanding Chrome. Paling tidak, menunggu sampai dirilis full versionnya dari Chrome. Tapi, untuk sebuah debut dari browser yang masih beta, Google chrome patut diacungi jempol. Dengan sedikit pembenahan, saya yakin, Chrome kelak dapat menjadi salah satu browser yang handal.

Hari gini! Siapa sih yang tidak kenal internet?? Kebutuhan akan internet memang telah menjadi bagian hidup dari masyarakat modern saat ini. Internet menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan, mulai dari informasi, ilmu pengetahuan hingga aktivitas perniagaan. Teknologi World Wide Web (WWW) atau singkatnya web, seakan-akan telah menghilangkan batasan tempat dan waktu dalam berkomunikasi antar berbagai komunitas di segala penjuru dunia. Dengan begitu pesatnya arus internet, perkembangan teknologi web pun semakin hari semakin canggih saja.
-=WEB 1.0
Pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1989, Web 1.0 adalah langkah awal dunia internet. Dengan teknologi ini, internet dapat digambarkan layaknya sebuah papan pengumuman raksasa yang menyediakan berbagai informasi dari berbagai penjuru dunia. Disini konsumen hanya diberikan hak untuk search and read (mencari dan membaca), sedangkan otoritas untuk menampilkan dan merubah content tetap dipegang oleh pemilik website sepenuhnya.
-=WEB 2.0
Istilah Web 2.0 pertama kali digemborkan oleh Tim O’Reilly dan dikembangkan sekitar tahun 2004. Sebenarnya Web 2.0 bukan merupakan teknologi baru, karena sama dengan Web 1.0, Web 2.0 masih dibangun dengan menggunakan HyperText Markup Language ( HTML ).
Lalu apa kelebihan Web 2.0? Secara umum teknologi ini menekankan pada perubahan pandangan dalam penggunaan aplikasi Web, sebagai berikut:
Interaksi Sosial. Tidak seperti pendahulunya, Web 2.0 memungkinkan adanya komunikasi dua arah. Seorang pembaca dapat menayangkan kontennya sendiri atau memberikan tanggapan terhadap konten pengguna lain melalui aplikasi guestbook, comment, polling dsb. Dengan teknologi ini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa. Jaringan sosial seperti Friendster, MySpace, Facebook dan lainnya membuat internet semakin terasa hidup. Pengguna internet tidak hanya dapat mencari informasi, tetapi juga dapat mencari teman, relasi bisnis atau bahkan pasangan hidup.

Jaringan Luas. Konten Web yang awalnya sedikit, dapat berkembang dalam waktu yang sangat cepat. Setiap orang dapat memberikan kontribusinya dalam suatu website. Hal ini menciptakan suatu jaringan informasi yang lebih luas dan dinamis.
-=WEB 3.0
Inilah terobosan terbaru dalam WWW. Web 3.0 menyempurnakan aspek interaksi dari Web 2.0. Teknologi ini menawarkan adanya interaksi lebih nyata yang bersifat virtual 3D. Dengan demikian, pengguna internet akan diberikan semua fasilitas layaknya dalam kehidupan nyata. Pengguna akan diberlakukan layaknya pengunjung butik dalam mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan seperti pengunjung supermarket yang harus mencari dan mendapatkan barangnya sendiri.
Sebagai teknologi yang masih dikembangkan, Web 3.0 memberikan gambaran yang cukup menjanjikan bagi industri WWW di masa depan. Perusahaan di dunia seperti Google Co-Ops dan Secondlife merupakan contoh beberapa perusahaan yang mulai melirik Web 3.0. Bukan hanya di negara-negara maju, di Indonesia pun ada yang mulai mengembangkan Web 3.0, yaitu Li’L Online (LILO) Community. Namun, di Indonesia, perkembangan Web 3.0 mungkin akan sedikit terseok. Perlu diketahui, bahwa untuk mendukung Web 3.0 dibutuhkan kecepatan akses internet yang memadai dan spesifikasi komputer yang tidak enteng, dengan harga yang tentunya tidak murah. Untuk itu, kita hanya bisa berharap agar kelak harga komputer dan biaya koneksi internet di Indonesia jadi lebih terjangkau oleh masyarakat pada umumnya…khususnya bagi saya…

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari

Gelas

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak.

Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkanya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu
diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?”, ujar Pak tua itu. “Asin, asin sekali,” jawab sang tamu, sambil meludah ke samping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan
dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke alam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang dengan mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah.” Saat tamu itu selesai
mereguk air, Pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. “Segar”, sahut tamunya. ‘Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?’, tanya Pak tua lagi. ‘Tidak’, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama.”

Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung semua kepahitan itu.”

Pak tua itu kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Hoi!

…Loading

***

2%

***

Please wait…